VLOG MENJERNIHKAN AIR

 

nama : Azkia Zahra  A.P/5

KELAS : 7G


MEMBUAT PROTOTIPE SEL


NAMA KELOMPOK : -AZKIA ZAHRA A.P [5]
-DANTI LIYA SARI [9]
-GADIZA PUSPA K. [12]
-KIRANIA KAYLA P. [18]
KELAS : 7G

PENCEMARAN TANAH

 

Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini : Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan). Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida. Sumber lainnya:

  • Bahan logam: mangan (Mn), besi (Fe), aluminium (Al), timbal (Pb), merkuri (Hg), seng (Zn). asenik (As), dan lain – lain
  • Bahan kimia organik: pestisida (insektisida, herbisida, dan fungisida), deterjen, dan sabun
  • Bahan pupuk anorganik: urea, TSP, ammonium sulfat, dan KCL
  • Zat radioaktif

Dampak: Pertanian, seperti peningkatan salinitas tanah dan penurunan kesuburan tanah Bencana alam, seperti tanah longsor dan erosi hingga Penyumbatan saluran air.

https://youtu.be/0qA-lSw5H1I

https://ilmulingkungan.com/apa-itu-pencemaran-tanah-dan-penyebab-terjadinya/

https://hot.liputan6.com/read/4005365/penyebab-pencemaran-tanah-yang-disepelekan-beserta-dampaknya

 SUMBER : https://www.gramedia.com/literasi/pencemaran-lingkungan/

PENCEMARAN UDARA

 

Pencemaran Udara

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut: Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan, sumber pencemaran udara lainnya yaitu:

  • Oksida karbon: karbon monoksida (CO) dan (CO2). Gas CO2 adalah gas yang dihasilkan dari proses pernapasan makhluk hidup, pembusukan bahan organik dan pelabukan dari batuan. Bila gas ini di atmosfer jumlahnya meningkat, maka akan menyebabkan peningkatan suhu pada bumi.
  • Oksida belerang: SO dan (SO3). Gas sulfur dioksida ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang dan hasil dari pembakaran fosil. Gas ini jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Bila senyawa ini turun bersamaan dengan hujan, maka akan terjadilah hujan asam.
  • Oksigen nitrogen: NO, (NO2), N2O. Gas nitrogen ini sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai bahan untuk membangun protein. Jika gas ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah senyawa asam.
  • Komponen organik volatile: metan (CH4), benzene (C6h6), Klorofluoro karbon (CFC), dan kelompok bromin. CFC sering kali digunakan untuk bahan pendingin pada AC dan kulkas. Selain itu, CFC juga digunakan untuk alat penyemprot rambut dan juga alat penyemprot nyamuk. CFC sangat berbahaya sekali karena bisa merusak lapisan ozon pada atmosfer. Akibatnya perlindungan bumi dari radiasi sinar ultraviolet akan berkurang.
  • Suspensi partikel: debu tanah, dioksin, logam, asam sulfat, dan lain-lain
  • Substansi radioaktif: radon-222, iodin-131. strontium-90, plutonium-239, dan lain-lain
  • Suara: kendaraan bermotor, mesin industri, pesawat, dan lain-lain

Dampak dari pencemaran udara sendiri adalah Hujan asam, Perubahan cuaca yang ekstrim Penipisan ozon, Peningkatan kasus kerusakan mata hingga Kanker kulit. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengatasi pencemaran udara ini, dimana udara merupakan kebutuhan dasar manusia. Sebagai bentuk kontribusi karya ilmiah dalam menemukan solusi yang tepat, buku Limbah Kimia dalam Pencemaran Udara & Air dapat kamu pelajari lebih lanjut.

sumber : https://www.gramedia.com/literasi/pencemaran-lingkungan/


 
https://tanilogic.com/2020/04/pencemaran-udara-bagi-pertanian-manusia/
https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/sumber-penyebab-dan-pencemaran-udara-48

https://youtu.be/HAEkduYhb4k





 



PENCEMARAN AIR

 

Pencemaran Air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut: Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar. Sumber lainnya yaitu:

  • Bahan Anorganik: Timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), merkuri (Hg), kromium (Cr), nikel (Ni), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kobalt (Co)
  • Bahan Kimia: Pewarna tekstil, pestisida, dan lain – lain
  • Bahan Organik: Berbentuk limbah yang dapat diuraikan oleh mikroba yang akan memicu meningkatkan populasi mikroorganisme di dalam air
  • Cairan Berminyak

Dampaknya: Media penyebaran penyakit, Peningkatan alga dan eceng gondok, Menurunkan kadar oksigen dalam air hingga mengganggu organisme di perairan, Mengganggu pernapasan karena bau yang menyengat

Dengan adanya pembuangan limbah mengandung bahan kimia berbahaya dapat merusak lingkungan yang ada di sekitar jika tidak dikelola secara hati-hati yang dibahas pada buku Pencemaran Lingkungan.








SUMBER : https://pdamtirtabenteng.co.id/berita/pencemaran-air-dan-prilaku-manusia

                  https://environment-indonesia.com/pencemaran-air-kini-disebabkan-oleh-mikroplastik-siapa-biang-keladinya/

https://youtu.be/5JwUae3Izs8

https://www.gramedia.com/literasi/pencemaran-lingkungan/

DEFINISI PENCEMARAN

 Apa itu pencemaran lingkungan? – Pencemaran lingkungan adalah perubahan besar pada kondisi lingkungan akibat adanya perkembangan ekonomi dan teknologi. Perubahan kondisi tersebut melebihi batas ambang dari toleransi ekosistem sehingga meningkatkan jumlah polutan di lingkungan.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan ini antara lain peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan eksploitasi alam yang tidak terkendali, serta adanya industrialisasi yang tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, pencemaran lingkungan pada kenyataannya juga dapat disebabkan oleh proses alam itu sendiri. Simak penjelasan lebih lengkap mengenai pencemaran lingkungan berikut ini Grameds!

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik. Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan. Ada dua jenis bahan dalam pencemaran:

  • Degradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke tingkat yang dapat diterima oleh proses alam. Contohnya adalah kotoran manusia atau hewan dan limbah tumbuhan.
  • Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapa diuraikan oleh kemampuan proses alam itu sendiri. Contohnya merkuri, timah hitam, arsenik, dan lain-lain.

Pencemaran lingkungan disebabkan oleh beragam faktor. Namun, faktor terbesarnya adalah manusia. Sadar atau tidak, kita telah berkontribusi dalam proses pencemaran lingkungan. Mulai dari pertambahan jumlah penduduk yang tak terkendali, banyaknya sumber-sumber zat pencemaran sehingga alam tak mampu menetralisir.

Selain itu banyak juga aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari menjadi faktor rusaknya lingkungan, diantaranya :

  • Penggunaan kantong plastik secara massif,
  • Pembuangan sampah dan limbah deterjen ke sungai,
  • Penggunaan AC berlebih,
  • Pembuangan limbah elektronik yang tak sesuai aturan,
  • Pembakaran hutan,
  • Penggunaan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan lebih banyak polusi,
  • Pembuangan limbah pabrik atau kotoran ke sungai,
  • Penebangan hutan yang mengakibatkan hutan tak mampu menyerap karbon-dioksida lebih banyak, dan lain-lain.

Dengan adanya begitu banyak penyebab pencemaran lingkungan itu sendiri menghasilkan berbagai dampak pula kepada lingkungan yang ada dan hal ini dilakukan analisis pada buku Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).




https://youtu.be/fR414sx5CcA


SUMBER : https://www.gramedia.com/literasi/pencemaran-lingkungan/
                   https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-pencemaran-lingkungan/
                   https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-pencemaran-lingkungan/

SIMBIOSIS

 

Tiga Simbiosis yang Terjadi Dalam Kehidupan: Mutualisme, Komensalisme, dan Parasitisme

 Dilihat 17,223 pengunjung

Halo Sobat SMP! Di dalam kehidupan ini, tentunya kita tidak akan terlepas dari hubungan dengan makhluk hidup lainnya. Sebagai makhluk hidup, kita akan mencoba untuk berinteraksi dengan manusia lainnya, hewan, dan juga tumbuhan.

Nah, interaksi antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya itu ternyata memiliki istilah loh, yaitu simbiosis. Di kehidupan, banyak sekali terjadi simbiosis-simbiosis baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Secara garis besar ada tiga jenis simbiosis yang sering ditemui di kehidupan. Ketiga simbiosis tersebut adalah simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan juga simbiosis parasitisme. Penasaran seperti apa penjelasan dari ketiganya? Simak artikel ini sampai habis ya Sobat SMP!

1. Simbiosis mutualisme

Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis namun saling menguntungkan satu sama lain. Hubungan ini sangat positif karena kedua belah pihak diuntungkan. 

Sebagai contoh adalah kupu-kupu dan bunga. Kupu-kupu mengisap nektar yang terdapat pada bunga, sedangkan timbal-baliknya adalah bunga mendapat bantuan dari gerakan kupu-kupu untuk penyerbukan.

Contoh lainnya dari simbiosis mutualisme adalah manusia dengan bakteri. Dengan adanya bakteri E. Coli, manusia terbantu untuk bisa mengurangi pertumbuhan bakteri jahat dan mempercepat proses pembusukan di usus besar. Sedangkan keuntungan yang didapat oleh bakteri E. Coli adalah mendapat makanan dari sisa-sisa pembuangan pada usus besar.

2. Simbiosis komensalisme

Simbiosis komensalisme adalah sebuah interaksi antara dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu organisme, sementara organisme lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan (netral).

Simbiosis komensalisme contohnya terjadi pada ikan remora dan ikan hiu. Setelah hiu makan, biasanya sisa-sisa makanan akan berjatuhan. Di saat sisa-sisa makanan jatuh, ikan-ikan remora bakal menempel dengan hiu untuk mengambil sisa-sisa makanan dari hiu. Ikan hiu tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan.

Selain pada ikan remora dan ikan hiu, contoh dari simbiosis komensalisme lainnya adalah tanaman anggrek dan pohon mangga. Dalam interaksi antara anggrek dan pohon mangga, anggrek mendapat keuntungan karena memiliki tempat untuk tumbuh, mendapatkan sinar matahari, air serta zat-zat untuk melakukan proses fotosintesis, dengan menempel pada pohon mangga. Sementara pohon mangga tidak dirugikan dalam hal apa pun.

3. Simbiosis parasitisme


Simbiosis yang terakhir ini cukup dibenci. Pasalnya, simbiosis parasitisme adalah keterbalikan dari simbiosis mutualisme. Simbiosis parasitisme merupakan kondisi ketergantungan yang terjadi ketika pihak yang satu mendapat keuntungan namun merugikan pihak lainnya.

Contoh hubungan yang merupakan simbiosis parasitisme terjadi pada nyamuk dan manusia. Nyamuk mendapat keuntungan dengan mengisap darah dari manusia, sedangkan manusia dirugikan karena dapat terjangkit penyakit berbahaya.

Selain nyamuk dan manusia, simbiosis parasitisme juga terjadi pada lalat dengan buah. Lalat mendapatkan makanan dari buah sekaligus bisa berkembang biak di buah. Buah yang dihinggapi lalat merugi karena akan membusuk.

Ya, jadi itulah tadi tiga jenis simbiosis yang terjadi di kehidupan. Kita sebagai manusia harus selalu berusaha menjalin simbiosis mutualisme dengan manusia dan juga makhluk hidup lainnya. Jangan sampai menjadi parasit yang bisa merugikan pihak lain. 



SUMBER : https://ditsmp.kemdikbud.go.id/tiga-simbiosis-yang-terjadi-dalam-kehidupan-mutualisme-komensalisme-dan-parasitisme/

https://images.app.goo.gl/UyD4VASt82ZZyyxk6

JARING-JARING DAN RANTAI MAKANAN

 Di dalam sebuah ekosistem, ada yang namanya rantai makanan dan jaring makanan, teman-teman.

Apa kamu tahu apa itu rantai makanan dan jaring makanan?

Kita cari tahu tentang keduanya, yuk!

Rantai Makanan

Rantai makanan menjelaskan bagaimana organisme yang berbeda saling memangsa satu sama lain untuk bertahan hidup.

Biasanya, rantai makanan diawali dari tumbuhan dan diakhiri oleh hewan.

Rantai makanan ini terdiri dari produsen, konsumen, dan dekomposer.

Contohnya rumput dimakan oleh rusa. Kemudian rusa dimakan oleh serigala.

Ada juga rantai makanan yang memiliki beberapa konsumen, yaitu konsumen tingkat satu, konsumen tingkat dua, dan seterusnya.

Misalnya belalang makan rumput, katak makan belalang, ular makan katak, dan elang makan ular.

Kita cari tahu satu persatu penjelasan posisi makhluk hidup dalam rantai makanan, yuk.


1. Produsen

Tumbuhan adalah produsen dalam sebuah ekosistem, teman-teman.

Tumbuhan disebut sebagai produsen karena mereka membuat energi untuk ekosistem. Tumbuhan adalah satu-satunya yang membuat energi baru, lo.

Yap, mereka memasak makanan dengan menyerap energi dari cahaya matahari. Ini adalah proses fotosintesis.

Selain cahaya matahari, tumbuhan juga melakukan fotosintersis dengan air dan nutrisi dari dalam tanah.

2. Konsumen

Kelompok hewan adalah konsumen. Hewan disebut konsumen karena tidak memproduksi energi, namun hanya menggunakan energi.

Hewan yang mengkonsumsi tumbuhan secara langsung disebut konsumen tingkat satu atau konsumen primer.

Hewan yang ada di posisi konsumen tingkat satu ini merupakan hewan herbivora.

Kemudian organisme karnivora yang memangsa hewan herbivora disebut konsumen tingkat dua atau konsumen sekunder.

Jika hewan karnivora memangsa hewan karnivora lainnya disebut konsumen tingkat tiga atau konsumen tersier.

Nah, ada juga hewan yang merupakan konsumen yang makan tumbuhan, maupun hewan. Ini adalah hewan omnivora.

3. Dekomposer

Dekomposer ini adalah organisme yang memakan zat yang membusuk. Misalnya seperti jasad hewan maupun tumbuhan yang membusuk.

Organisme yang termasuk dalam dekomposer adalah cacing, bakteri, atau jamur.

Mereka membantu mengembalikan nutrisi ke dalam tanah. Nantinya nutrisi ini akan kembali digunakan oleh tumbuhan untuk membuat energi.

Peran di Dalam Rantai Makanan

Karena hanya tumbuhan yang membuat energi, semakin ke belakang, jumlah populasi rantai makanan semakin sedikit.

Misalnya, rumput jumlahnya lebih banyak dibandingkan jumlah rusa. Kemudian rusa jumlahnya lebih banyak dibandingkan serigala.

Namun semua posisi dalam rantai makanan memiliki peran penting, teman-teman.

Jika ada salah satu dari bagian ekosistem yang mengalami kerusakan atau penurunan jumlah, maka anggota ekosistem lainnya dalam rantau makanan akan terpengaruh.

Jaring Makanan

Jaring Makanan
Jaring Makanan

Selain rantai makanan, ada juga yang disebut dengan jaring makanan, lo.

Di dalam ekosistem, tentunya tidak hanya ada satu rantai makanan, teman-teman.

Hampir seluruh tumbuhan dan hewan jadi bagian dari beberapa rantai makanan sekaligus.

Nah, kalau semua rantai makanan dalam sebuah ekosistem kita tuliskan, maka akan jadi sebuah jaring makanan.

Biasanya, ilmuwan juga menyebut tingkatan setiap organisme dalam jaring makanan dengan istilah tingkat trofik.

Tingkat trofik ini biasanya digambarkan dalam piramida makanan. Apa saja tingkatannya, ya?


Tingkat trofik
Saritha Pujari
Tingkat trofik

1. Tingkat 1: Tumbuhan atau produsen.

2. Tingkat 2: Hewan yang makan makanan tumbuhan yaitu herbivora atau konsumen primer.

3. Tingkat 3: Hewan yang memangsa hewan herbivora yaitu karnivora atau konsumen sekunder.

4. Tingkat 4: Hewan yang memangsa karnivora lainnya atau konsumen tersier.

5. Tingkat 5: Hewan yang ada di puncak rantai makanan yaitu apex predator atau predator puncak.

Itulah serba-serbi rantai makanan dan jaring makanan, teman-teman.

SUMBER : https://youtu.be/9lcp-M8zcz8

https://bobo.grid.id/read/081656352/apa-itu-rantai-makanan-dan-jaring-makanan-ya-akubacaakutahu?page=all

HASIL OBSERVASI LINGKUNGAN SMPN 1 WONOSARI

                                   HASIL OBSERVASI LINGKUNGAN SMPN 1 WONOSARI

Halo saya Azkia, saat pelajaran IPA hari Kamis kemarin siswa kelas 7G melakukan pengamatan dan membuat vlog di lingkungan SMPN 1 WONOSARI, yaitu pengamatan tentang komponen biotik dan abiotik.

sebelumnya saya mencari dahulu arti dari biotik dan abiotik. biotik adalah suatu komponen yang bisa berkembang/hidup.Sedangkan jika abiotik adalah komponen yang tidak hidup atau mati. 

Di sekolah saya banyak menemukan komponen biotik dan abiotik. 

contoh biotik :*pohon palem

                        *kelengkeng

                        *beringin

                         *palem ekor tupai

                         *cemara norfolk

                         *lidah buaya

                         *burung

                         *ikan

                         *kupu-kupu

                         *cicak,dan masih banyak lagi




contoh abiotik : *buku

                          *piala

                          *meja

                          *kursi

                          *botol minum

                          *tas, dan masih banyak lagi







 

About