POLA INTERAKSI MANUSIA MEMENGARUHI EKOSISTEM

 

Dalam ekosistem manusia berperan sebagai bagian dari komponen biotik dan peran manusia ini besar sekali pengaruhnya terhadap kuaalitas lingkungan. Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pemcemaran sungai, laut, tanah dan udara disebabkan oleh perilaku manusia yang memanfaatkan kekayaan alam dan kurang menyadari akan kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkannya. Karena ulah manusia kualitas lingkungan dapat menurun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia di masa datang. Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri.

Menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982 pencemaran lingkungan adalah berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Lingkungan
Faktor penyebab perubahan lingkungan dapat dibedakan menjadi faktor alam dan faktor manusia. Faktor yang dapat menimbulkan kerusakan antara lain gunung meletus, gempa bumi, angin topan, kemarau panjang, banjir, dan kebakaran hutan. Faktor manusia berupa kegiatan manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan misalnya, membuang limbah (limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan sebagainya) secara sembarangan, menebang hutan sembarangan, dan sebagainya. Penebangan hutan hujan tropik di Indonesia dapat berpengaruh pada perubahan iklim global karena hutan merupakan paru-paru dunia.

Macam-macam Pencemaran Lingkungan
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Polutan adalah suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan bahan pencemar lingkungan, misalnya: bahan kimia, debu, panas dan suara. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup karena jumlahnya melebihi normal, berada pada waktu yang tidak tepat, dan di tempat yang tidak tepat. Polutan tersebut dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.

1. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap r*kok. Setiap bahan buangan penyebab pencemaran udara tersebut memiliki dampak sendiri-sendiri bagi manusia.
  • CO (Karbon monoksida). Jika mesin mobil dihidupkan dalam garai tertutup, orang yang ada di garasi dapat meninggal akibat menghirup gas CO. Menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil gelap tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot dapat masuk ke dalam kabin mobil dan dapat menyebabkan kematian.
  • SO & SO2bereaksi dengan air hujan mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, besi dan logammudah berkarat, dan lain-lain.
  • Asap rok*k menyebabkan batuk kronis, kanker paru-paru, memengaruhi janin dalam kandungan, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
  • CFC (Cloro Fluoro Carbon) biasa ditemukan di pendingan ruangan (AC), lemari pendingan, busa jok mobil. CFC dapat merusak lapisan ozon dan juga menyebabkan pemanasan global..
  • CO2 (Karbon dioksida). Meningkatnya kadar CO2 di udara jika tidak segera diubah akan mengakibatkan efek rumah kaca.

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain, seperti berikut.
  • Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan.
  • Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi/karat pada logam, dan memudarnya warna cat.
  • Terganggunya pertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam (efek hujan asam).
  • Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Hal ini sering disebut pemanasan global (global warming).
pencemaran lingkungan

2. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara lain: limbah pertanian, limbah rumah tangga, dan limbah industri.
  • Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai.
  • Limbah rumah tangga berupa berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia), atau bahan anorganik misalnya plastik, aluminium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang tertimbun menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir.
  • Limbah Industri, Kebocoran tanker minyak dapat menyebabkan minyak menggenangi lautan sampai jarak ratusan kilometer. Tumpahanminyak mengancam kehidupan ikan,  terumbu karang, burung laut, dan organisme laut lainnya

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain:
  • Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
  • Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi) yang dapat berakibat kurang oksigen di perairan yang dapat membunuh biota perairan dan terjadinya pendangkalan dasar perairan.
  • Menjalarnya wabah penyakit karena air yang kotor menjadi sumber penyakit, di antaranya muntahber.

Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan
  • Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
  • Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
  • Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
  • Memperluas gerakan penghijauan atau reboisasi.
  • Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
  • Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Penggunaan lahan yang ramah lingkungan.

Pencemaran air dan udara sudah sangat memprihatikan sehingga membutuhkan peran serta semua pihak untuk mengatasi dan mengurangi pencemaran tersebut. Hanya manusia yang dapat menebang pohon, mengolahkan menjadi kertas, dan menuliskan para kertas itu " Stop Penebangan Pohon"
 
SUMBER :  https://www.mikirbae.com/2016/01/pola-interaksi-manusia-mempengaruhi.html



INTERAKSI DALAM EKOSISTEM MEMBENTUK SUATU POLA

 

Jika kamu mengamati bagian kecil ekosistem seperti pada kegiatan sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti lautan, kamu dapat mengetahui hubungan keterkaitan di antara organisme yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk  suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama komponen biotik.

1.   Interaksi Antara Makhluk Hidup dengan Makhluk Hidup yang Lain

Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis. Perhatikan Gambar 2.4 dan 2.5.
2.   Macam-macam Simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu  sama lain. Simbiosis  komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian. Simbiosis parasitisme merupakan hubungan  dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain. Perhatikan Gambar 2.6. 
  
Contoh simbiosis mutualisme adalah antara jamur dan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon pinus mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak jika bersimbiosis dengan jamur.

Contoh simbiosis komensalisme adalah antara tanaman anggrek dengan pohon mangga. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup, sedangkan pohon mangga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek tersebut.

Contoh simbiosis parasitisme adalah antara kutu rambut dan manusia. Kutu rambut memperoleh keuntungan dari manusia berupa darah yang diisap sebagai makanannya sedangkan manusia akan merasakan gatal pada kulit dikepalanya.

3.   Peran Organisme Berdasarkan Kemampuan Menyusun Makanan

Berdasarkan kemampuan menyusun makanan, peran organisme dibagi menjadi 2 (dua), yaitu autotrof dan heterotrof. Organisme heterotrof, berdasarkan jenis makanannya dibagi lagi menjadi 3 (tiga), yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
SUMBER :  https://pintubelajarcerdas.blogspot.com/2017/12/interaksi-dalam-ekosistem-membentuk.html
 




HAL-HAL YANG DI TEMUKAN DALAM SUATU LINGKUNGAN

 Makhluk Hidup dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena satu dan lainnya saling memiliki pengaruh.

Lingkungan dapat dijadikan sebagai tempat tinggal untuk makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan.
Tak hanya itu, makhluk hidup bisa memanfaatkan apa saja yang ia temui dalam untuk melangsungkan kehidupannya.
Hal-hal apa saja yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan hingga bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup?
Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian dan Jenis-Jenis Lingkungan

Sebelum mengetahui hal-hal apa saja yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan, sekiranya perlu untuk memahami pengertian dan jenis-jenis dari lingkungan terlebih dahulu.
Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Dalam buku Geografi untuk Kelas XI SMA/MA yang ditulis Eni Anjayani, ada tiga jenis kelompok lingkungan:
  • Lingkungan fisik merupakan lingkungan alam yang mengelilingi atau berada di sekitar makhluk hidup.
  • Lingkungan biologis adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia dan berupa makhluk hidup selain manusia itu sendiri.
  • Lingkungan sosial adalah kondisi manusia beserta manusia lainnya dalam suatu lingkungan, seperti tetangga, teman, keluarga, dan lain-lain.

Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan

Ada banyak hal yang bisa ditemui dalam suatu lingkungan. Di dalam lingkungan, terdapat beberapa komponen yang mudah ditemui atau didapatkan pada suatu lingkungan.
Menurut Dr. Ir. Etty Riani, M.S. dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Lingkungan, komponen dalam suatu lingkungan terbagi menjadi dua komponen, yakni komponen abiotik dan komponen biotik.
1. Komponen Abiotik
Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan (1)

Komponen abiotik seperti matahari dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Sumber: Pexels.com
Komponen abiotik merupakan komponen tidak hidup atau komponen fisik, seperti sumber daya alam fisik dan kimia atau benda mati atu tidak bernyawa yang berada dalam lingkungan.
Komponen-komponen abiotik ini bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya.
Komponen ini secara keseluruhan berinteraksi dan menjadikan sifat yang khas dari komponen fisik dan kimia suatu wilayah.
Contoh dari komponen abiotik antara lain adalah suhu, cahaya, suara, kelembaban, air, tanah, udara, batu, garam-garam mineral, dan sebagainya.
Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa komponen abiotik dapat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Komponen Biotik
Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan (2)

Salah satu hal yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan adalah tumbuhan. Sumber: Pexels.com
Komponen biotik adalah komponen lingkungan yang bersifat hidup, atau dengan kata lain komponen biotik adalah keseluruhan makhluk hidup yang ada pada suatu lingkungan atau pada suatu ekosistem.
ADVERTISEMENT
Komponen ini memiliki sejumlah karakteristik dan ciri-cirinya, seperti bernapas, bergerak, tumbuh dan berkembang, dan sebagainya.
Komponen biotik memanfaatkan komponen abiotik untuk melangsungkan kehidupannya. Contohnya, tumbuh-tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk berfotosintesis.
Setiap komponen biotik, baik tumbuhan, hewan dan manusia memiliki peran dalam lingkungan hidupnya.
Berikut beberapa peran komponen biotik, yaitu:
  • Produsen, yaitu organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Contohnya tumbuh-tumbuhan.
  • Konsumen adalah jenis organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. Contohnya, hewan dan manusia
  • Dekomposer adalah makhluk hidup yang berfungsi untuk mengurai bahan-bahan organik.
     
    SUMBER :  https://kumparan.com/kabar-harian/hal-hal-yang-ditemukan-dalam-suatu-lingkungan-1wdOYkTXNAm/ful



PENGERTIAN LINGKUNGAN

 Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.

Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya.

Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan hidup mencakup seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan benda hidup lainnya. sedangkan komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebaiganya.

Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut No 23 tahun 2007 adalah kesatuan ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.


              SUMBER : https://www.sumberpengertian.id/pengertian-lingkungan-menurut-para-ahli


        SUMBER : https://plus.kapanlagi.com/apa-arti-penting-lingkungan-bagi-manusia-beserta-pengertian-dan-jenisnya-dari-para-ahli-52e9bf.html


Kerusakan lingkungan hidup  

Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor baik fator alami ataupun karena tangan-tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan tersebut.

Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup.

  • Faktor alami

Banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun gempa bumi. Selain berbahaya bagi keselamatan manusia maupun mahkluk lainnya, bencana ini akan membuat rusaknya lingkungan.

  • Faktor buatan

Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern. Dengan adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Kerusakan lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penenbangan secara liar yang menyebabkan banjir ataupun tanah longsor, dan pembuangan sampah di sembarang tempat terlebih aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.

Upaya pelestarian Penanaman kembali hutan yang gundul

  • Pencegahan buang sampah dan limbah di sembarang tempat dengan menyediakan tong sampah di berbagai tempat
  • Pemberian sanksi ketat terhadap pelaku pencemaran lingkungan
  • Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
  • Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara dan lingkungan untuk kehidupan berkelanjutan
  • Memberikan keterampilan dasar bagi para Ibu rumah tangga dengan menggunakan bahan bekas guna mengurangi limbah plastik

Kelembagaan  Secara kelembagaan di Indonesia, instansi yang mengatur masalah lingkungan hidup adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (dulu: Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup) dan di daerah atau provinsi adalah Bapedal. Sedangkan di Amerika Serikat adalah EPA (Environmental Protection Agency). Selain itu, Pada 31 Agustus 2013, presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden No 62/2013 membentuk Badan Pengelola REDD+ (Reduksi Emisi dan Deforestasi dan Degradasi Hutan.

SUMBER :  https://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan

 


SISTEM ORGAN DAN ORGANISME

 Setiap makhluk hidup terdiri dari sel atau sekumpulan sel, sekumpulan sel membentuk jaringan, sekumpulan jaringan membentuk organ dan sekumpulan organ membentuk sistem organ. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsi tertentu.


Sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk yang sama akan berkelompok. Kelompok sel itu dinamakan jaringan. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsi tertentu.

A. Sistem Organ
Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ-organ saling bergantung dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Tanpa ada kerja sama dengan organ lain, maka proses dalam tubuh tidak akan terjadi.
No.Sistem OrganOrganFungsi
1.Sistem pencernaanMulut (lidah, gigi), faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, hati, rektum, pankreas, dan anusMencerna makanan, mengabsorbsi molekul-molekul makanan yang sudah disederhanakan
2.Sistem pernapasanHidung, tenggorokan, trakea, laring, bronkus, bronkiolus, paru-paruUntuk mengangkut udara ke dalam paru-paru dan untuk memfasilitasi difusi Oksigen ke dalam aliran darah. Yang juga menerima limbah Karbon Dioksida dari darah dan hembuskan itu
3.Sistem gerak (rangka)TulangMenyokong dan melindungi organ dalam
4.Sistem transportasi/ sirkulasi/ peredaran darahJantung,arteri, vena, kapiler, dan sel-sel darah.Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh sel tubuh, dan mengangkut zat hasil metabolisme yang tidak berguna keluar dari sel tubuh, serta melindungi tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit
5.Sistem ekskresiParu-paru, ginjal, kulit, dan hatiMengeluarkan sisa metabolisme yang tidak terpakai dari dalam tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan ingkungannya
Sistem Organ
6.Sistem SyarafBadan sel, dednrit, akson, Mengatur seluruh aktifitas tubuh manusia mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai alat komunikasi, pengendali atau pengatur kerja, dan pusat pengendali tanggapan
7.Sistem reproduksiOvarium,rahim, dan vagina.Perkembangbiakan Makhluk hidup

Pada kelompok makhluk hidup multiseluler seperti manusia, antarsistem organ saling berhubungan dan bekerja sama untuk menjalankan fungsinya. Sistem organ ini kemudian membentuk organisme, yaitu satu jenis makhluk hidup/individu, misalnya manusia.

B. Organisme
Organisme adalah makhluk hidup terdiri dari banyak komponen yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Organisme hadir dalam berbagai ukuran, bentuk dan gaya hidup, tetapi mereka semua berbagi beberapa ciri yang sama. Semua organisme membutuhkan makanan (nutrisi) dan mengeluarkan limbah, tumbuh, berkembang biak dan akhirnya, mati.

Hewan adalah organisme yang paling aktif dari semua organisme, dan hewan termasuk spesies seperti manusia, hiu dan semut. Setelah berkembang mereka bertahan hidup di lingkungannya.

Tanaman adalah salah satu kelompok terbesar dari organisme, dan tumbuhan merupakan bagian penting dari rantai makanan. Tumbuhan disebut “produsen” dari dunia kehidupan, karena mereka memanfaatkan sinar matahari dan mengubahnya menjadi bentuk energi kimia. proses yang disebut fotosintesis, memungkinkan seluruh rantai makanan berfungsi.

Sedangkan bakteri adalah organisme yang sangat sederhana, dan nenek moyang mereka disebut-sebut sebagai bentuk awal kehidupan bumi. Banyak bakteri yang bermanfaat dan diperlukan untuk hidup, sementara yang lain bisa sangat berbahaya. Jenis lain dari organisme termasuk protozoa alga dan jamur.

sumber : https://www.mikirbae.com/2016/12/sistem-organ-dan-organisme.html

ORGAN-ORGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN

Organ merupakan bagian yang dimiliki oleh makhluk hidup yang dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Dalam organ tubuh makhluk hidup, terdapat jaringan-jaringan yang terdiri dari ribuan sel penyusun.
Hewan dan tumbuhan yang merupakan makhluk hidup tentunya memiliki organ di dalam tubuhnya. Lantas, apa saja organ-organ penyusun yang dimiliki oleh tumbuhan dan hewan?
Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan di bawah ini.

Organ-Organ pada Hewan

https://www.ensikloblogia.com/2016/10/sistem-organ-pada-tumbuhan-hewan-dan.htm
 

Melansir dari buku Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Paket B Tingkatan III yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, organ merupakan kumpulan beberapa macam jaringan yang bekerja sama untuk melakukan tugas tertentu.

Secara umum, organ hewan dibagi menjadi dua kelompok, yakni:
 
1. Organ Dalam
Organ dalam adalah organ yang terletak pada bagian dalam tubuh dan ditutupi oleh otot-otot. Berikut beberapa organ yang tergolong menjadi organ dalam:
 Hati merupakan organ untuk menawar racun yang terbentuk dalam tubuh.
Otak untuk mengatur dan mengkoordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.
  • Ginjal adalah organ eksersi yang berfungsi untuk menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
  • Lambung merupakan organ yang berfungsi sebagai salah satu alat pencernaan.
  • Jantung adalah organ yang memiliki fungsi untuk memompa darah supaya beredar ke seluruh tubuh.
  • Paru-paru berfungsi sebagai alat pernafasan. Organ ini antara lain terbentuk dari jaringan otot dan jaringan saraf.
  • Pankreas adalah merupakan bagian integral dari sistem pencernaan dan fungsi kepala pankreas adalah untuk mengeluarkan cairan pankreas dan insulin.
     
    2. Organ Luar
    Organ luar adalah organ yang dapat terlihat dan terletak di luar tubuh hewan. Berikut beberapa contoh organ luar, yakni:
    • Hidung untuk menghirup udara pernapasan, menyaring udara, menghangatkan udara pernapasan, juga berperan dalam resonansi suara.
    • Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan tubuh.
    • Mulut memiliki fungsi untuk membantu hewan dalam melakukan aktivitas, berupa makan dan berbicara.
    • Mata berfungsi untuk melihat. 
       
       

      Organ-Organ pada Tumbuhan

      https://dosenbiologi.com/tumbuhan/sistem-organ-pada-tumbuhan
       

      Di dalam tumbuhan, ada banyak organ yang tersusun untuk menopang aktivitas kehidupan tumbuhan. Berikut beberapa organ tumbuhan beserta fungsinya:
      1. Akar
      Akar adalah organ tumbuhan yang berfungsi sebagai berikut:
    • Pelekat tumbuhan pada media dan penopang tegaknya tubuh tumbuhan.
    • Untuk menyerap air dan unsur hara.
    • Alat pernapasan.
    • Tempat menyimpan cadangan makanan.
    • Alat perkembangbiakan vegetatif.
    • 2. Batang
      Batang adalah salah satu organ tumbuhan yang memiliki fungsi:
    • Memperluas tajuk tumbuhan dalam efisiensi menangkap cahaya matahari.
    • Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil asimilasi dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
    • Alat perkembangbiakan vegetatif.
    • Menegakkan tubuh tumbuhan.
    • Menyimpan cadangan makanan.
      3. Daun
      Daun memiliki sejumlah fungsi bagi tumbuhan, di antaranya:
      • Tempat fotosintesis.
      • Tempat menyimpan bahan makanan.
      • Alat perkembangbiakan vegetatif (pada tumbuhan tertentu).
      • Alat penguapan atau evaporasi.
      • Tempat terjadinya transpirasi dan gutasi.
      • Penyimpanan cadangan makanan.
      • Transpirasi dan pertukaran gas. 
        4. Bunga
        Bunga merupakan organ tumbuhan sebagai alat pembentuk sel kelamin atau alat reproduksi atau perkembangbiakan.
        5. Buah dan Biji
        Buah dan biji merupakan bagian dari tumbuhan yang menjadi hasil dari perkembangbiakan yang dilakukan oleh tumbuhan.
         
        sumber :  https://kumparan.com/kabar-harian/organ-organ-pada-hewan-dan-tumbuhan-beserta-fungsinya-1weRc3y4rMd/full

         
         
     
     

    JARINGAN-JARINGAN PADA SEL

     

    Jaringan hewan merupakan sekumpulan sel – sel hewan dimana mempunyai sebuah bentuk serta fungsi yang sama sehingga membentuk jaringan pada tubuh hewan. Jaringan hewan ini dibagi menjadi empat jenis, ialah : jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat serta jaringan saraf.

    1. Jaringan Epitel, jaringan epitel merupakan sebuah jaringan, dimana dibentuk oleh lapisan sel – sel untuk menutupi maupun melapisi organ dimana berfungsi untuk melindungi organ sebagai penyerapan dan sekresi.

    2. Jaringan Otot, jaringan otot merupakan sebuah jaringan yang berisi sel – sel serta serat yang berfungsi sama, yaitu : membentuk otot dan membantu proses pergerakan rangka manusia serta organ – organ di dalamnya.

    3. Jaringan Ikat, jaringan ikat merupakan sebuah jaringan yang berfungsi mengikat antar jaringan tubuh, dimana berperan dalam menjaga suhu tubuh serta mekanisme pertahanan regenerasi. Jaringan ini terdiri dari bahan interseluler diantara sel – selnya yang disebut dengan matrik. Matrik berbentuk serat – serat dimana tidak teratur bentuknya.

    4. Jaringan Saraf, jaringan saraf merupakan sebuah jaringan yang menerima rangsang serta meneruskan dan berfungsi untuk mengatur aktivitas otot. Saraf begitu peka terhadap keadaan sekitarnya, sehingga jaringan saraf akan mengendalikan otot hewan serta manusia untuk dapat bergerak.

    sumber : https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/jaringan%20otot%20hewan-%20BPSMG/index.html

    Jaringan adalah kelompok sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama. Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran yang bervariasi, dan ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan sel tersebut.Jaringan adalah kelompok sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama. Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran yang bervariasi, dan ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan sel tersebut.
     Semua fungsi hidup organisme bersel satu dilakukan oleh sel tunggal itu sendiri. Sedangkan, pada organisme bersel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme yang membentuk jaringan ini yang dapat mempertahankan hidupnya. Untuk memahami lebih jauh, yuk simak penjelasan tentang jenis-jenis jaringan pada tumbuhan di bawah ini:

    1. Jaringan Meristematik 

    Jaringan meristematik terdiri dari sel-sel meristem. Jaringan ini dapat ditemukan pada titik-titik tumbuh diujung batang dan akar (disebut meristem pucuk/ujung/apikal), di bawah kulit kayu (sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh, disebut meristem tepi/lateral), dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun (meristem antara/interkalar).

    2. Jaringan Epidermis 

    Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam organ sehingga tidak bersentuhan langsung dengan pengaruh keadaan di luar organ. Sel-sel epidermis biasanya berbentuk segi empat apabila dilihat dari samping, berjajar homogen. Namun, epidermis dapat mengalami perubahan menjadi sel-sel penutup atau sel penjaga stomata beserta beberapa sel tetangga, trikoma (rambut daun/batang), duri, serta rambut kelenjar.

    3. Jaringan Pengangkut 

    Jaringan pengangkut dimiliki oleh tumbuhan terdiri dari jaringan xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Jaringan xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral, sedangkan jaringan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis.

    4. Jaringan Dasar/Parenkim 

    Jaringan dasar menyusun sebagian besar tubuh tumbuhan. Kelompok jaringan ini memiliki banyak fungsi tergantung tempat jaringan ini berada. Seringkali jaringan ini mengisi bagian terbesar dari suatu organ, menyusun daging buah, kulit batang, isi umbi atau rimpang yang menyimpan pati atau metabolit sekunder tertentu.

    5. Jaringan Kolenkim 

    Jaringan kolenkim adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan penguat atau penyokong pada organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
     
     6. Jaringan Sklerenkim  

    Jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat atau jaringan penyokong dengan dinding sekunder yang tebal karena mengandung zat lignin. Jaringan sklerenkim ini hanya dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.

    sumber : https://ditsmp.kemdikbud.go.id/mengenal-6-jenis-jaringan-pada-tumbuhan/
     
     

    About